Empat Esai Etika Politik — F. Budi Hardiman, Robertus Robet, A. Setyo Wibowo, Thomas Hidya Tjaya

Empat Esai Etika Politik

F. Budi Hardiman, Robertus Robet, A. Setyo Wibowo, Thomas Hidya Tjaya

Empat Esai Etika Politik -- F. Budi Hardiman, Robertus Robet, A. Setyo Wibowo, Thomas Hidya Tjaya

Ebook Gratis

Download Ebook

Buku “Empat Esai Etika Politik” ini merupakan kumpulan dari seri kuliah publik Etika Politik yang diselenggarakan oleh Komunitas Salihara pada tahun 2010 lalu, yang menyoroti pemikiran Jürgen Habermas, Jacques Rancière, Albert Camus, dan Emmanuel Levinas.

Budi Hardiman hadir dengan mengusung ide ruang publik ala Juergen Habermas. Ruang publik sejatinya menjadi ruang dialogis bagi anggota legislatif dan rakyat dan menjadi syarat bagi proses pendewasaan demokrasi. Kini kita melihat anggota DPR dan rakyat sangat jarang bertemu secara fisik di ruang publik.

Robertus Robert mengulas kesetaraan radikal Ranciere yang menohok kondisi sosiologis masyarakat Indonesia yang masih hidup dalam kondisi faksionalisme dan sektarianisme kelompok. Di tengah multikulturalisme purba dan tantangan bagi Indonesia di zaman kontemporer, kesetaraan radikal menjadi niscaya untuk diinternalisasikan pada jiwa politik masyarakat negeri ini.

Setyo Wibowo membawa kita menjelajahi pemikiran Camus tentang tindakan dan tanggung jawab politik. Tindakan yang mendasarkan pada kemanusiaan, bukan tindakan yang beralas pada nilai abstrak (agama dan ideologi), sehingga tindakan politik tidak bebas nilai. Wibowo mengulas novel Sampar karya Camus sebagai model tindakan politik yang bertolak dari nilai abstrak manusia.

Terakhir, Thomas Hidya Tjaya mengajak kita berpikir tentang wajah bersama Levinas. Baginya, pertemuan sejati antarmanusia adalah pertemuan wajah dengan wajah. Ini yang juga hilang dari para politisi kita, di mana mereka menemui konstituennya lewat poster, televisi, tulisan yang sarat kamuflase dan pencitraan.

Para politisi yang tak belajar etika politik akan menghadirkan pentas politik yang invalid (cacat). Ketika para politisi telah memiliki etika, politik sebagai cara untuk mencapai highest good (kebaikan utama) akan tercapai. Namun, skeptisisme muncul karena politik dan etika politik seolah berdiri di dua kutub berbeda. Ini yang membuat Bagus Takwin bertanya-tanya, dapatkah para politisi memiliki bekal etika sehingga politik tidak invalid?

Dalam pemikiran keempat tokoh ini, relasi antarmanusia yang mendasari kehidupan bersama diulik kembali. Termasuk juga mempersoalkan paradoks peran setiap orang dalam hubungan politik sebagai yang-mengatur sekaligus yang-diatur, dengan keteguhan sikap untuk terus memperjuangkan “Yang Baik” dalam kehidupan bersama. Etika politik yang mereka ajukan sekaligus merupakan penimbangan ulang makna politik sebagai usaha mengurangi kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan kehidupan bersama–sesuatu yang sungguh mendesak dibutuhkan dalam kepolitikan Indonesia saat ini.

DAFTAR ISI
Pengantar vii
Etika Politik : Menimbang Ulang Politik
Bagus Takwin
Bab 1 1
Ruang Publik dan Demokrasi Deliberatif : Etika Politik Jurgen Habermas
F. Budi Hardiman
Bab 2 31
Yang-Politis, Yang-Estetis, dan Kesetaraan Radikal : Etika Politik Jacques Ranciere
 Robertus Robet
 Bab 3 54
Terlibat di SisiKorban Menghadapi Kebatilan Absurd : Etika Politik Albert Camus
 A. Setyo Wibowo
 Bab 4 90
Tanggung Jawab terhadap ‘Yang Lain’ dalam Pluralitas : Etika Politik Immanuel Levinas
Thomas Hidya Tjaya
Daftar Pustaka 115

Semoga ebook “Empat Esai Etika Politik” ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya, bukan hanya dalam menambah wawasan melainkan juga dalam membangun dan mengembangkan politik yang beretika. Amiin.

Btw, jika rekan-rekan juga tertarik dengan dunia website dan internet marketing, rekan-rekan dapat mengisi form untuk memperoleh tutorial gratis dengan mengklik link http://superinternetmarketer.com/register atau mengklik gambar di bawah ini.

Salam Sukses Bahagia,

Admin Gudang Ebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*