Agama, Keterbukaan dan Demokrasi : Harapan dan Tantangan

Agama, Keterbukaan dan Demokrasi : Harapan dan Tantangan

Agama, Keterbukaan dan Demokrasi : Harapan dan Tantangan

Ebook Gratis

Download Ebook

Buku “Agama, Keterbukaan dan Demokrasi : Harapan dan Tantangan” ini berawal dari pidato Franz Magnis-Suseno SJ dalam kegiatan Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) ke-8 di Universitas Paramadina 2014 lalu. Romo Magnis saat itu menyampaikan pidato berjudul “Agama, Kebangsaan dan Demokrasi: Nurcholish Madjid dan Kemanusiaan.”

Tema di atas sangat relevan mengingat agama semakin terpojok akibat ulah kelompok radikal ekstrimis akhir-akhir ini. Kekejaman yang sengaja dipertontonkan kelompok ISIS (The Islamic State of Iraq and Syria) misalnya, membuat keyakinan sebagian orang goyah, jika bukan hilang, pada agama. Kebencian kelompok Ma Bha Ta, organisasi radikal Buddha di Myanmar, terhadap penduduk Muslim Rohingya, contoh lain, menambah daftar model beragama yang jauh dari penghargaan terhadap nilai dan martabat kemanusiaan.

Model beragama seperti dua contoh di atas rupanya cerminan dari apa yang terjadi di berbagai belahan dunia. Studi terbaru Pew Research Center, lembaga internasional yang secara periodik mengumpulkan data mengenai kehidupan keagamaan, patut disimak. Salah satu aspek studi ini adalah permusuhan antar-masyarakat berbasis keagamaan. Aspek ini bisa tampil dalam bentuk perusakan harta benda hingga penyerangan terhadap orang atau kelompok yang dianggap menyalahi ajaran keagamaan. Aspek tersebut, menurut riset ini, dialami dengan skor “tinggi” dan “sangat tinggi” di 45 dari 198 negara di dunia. Jika dilihat dari total populasi, 45 negara tersebut setara dengan 63 persen dari total penduduk bumi. Artinya, setengah lebih penduduk bumi memusuhi sesama manusia yang melibatkan simbol agama.

Dalam buku ini, Romo Magnis,  menekankan kembali bahwa agama sebagai kemanusiaan terbuka tidak hanya sekadar seruan normatif, melainkan muncul dari pengalaman akan Yang Ilahi. Pengalaman adalah realitas. Seruan-seruan normatif untuk menghentikan permusuhan, penganiayaan dan peperangan berakar dari kekuatan fakta akan adanya Yang Ilahi. Karena itu, seruan normatif itu akan menghubungkan kita dengan realitas yang lebih kuat, yakni afirmasi kebaikan dari lubuk hati umat manusia. Seruan itu diharapkan membawa resonansi di lubuk hati lawan bicara kapan dan di mana saja. Karena itu, Romo Magnis mengajak kita menyuburkan seruan akan kebenaran mengenai kemanusiaan dari Yang Ilahi melalui komunikasi yang positif.

Semoga buku “Agama, Keterbukaan dan Demokrasi : Harapan dan Tantangan” ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam menumbuhkan dan mengembangkan semangat keterbukaan, kebangsaan, toleransi dan demokrasi di negeri kita tercinta ini. Amiin.

Btw, jika rekan-rekan juga tertarik dengan dunia website dan internet marketing, rekan-rekan dapat mengisi form untuk memperoleh tutorial gratis dengan mengklik link http://superinternetmarketer.com/register atau mengklik gambar di bawah ini.

Salam Sukses Bahagia,

Admin Gudang Ebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*