The Pakubuwono Code : Mengungkap Rahasia Sandi, Sengkala, Kearifan Lokal, dan Perhitungan Matematika Jawa Kuno dengan Akhir Zaman

The Pakubuwono Code : Mengungkap Rahasia Sandi, Sengkala, Kearifan Lokal, dan Perhitungan Matematika Jawa Kuno dengan Akhir Zaman

The Pakubuwono Code -- Agung Prabowo

Ebook Gratis

Download Ebook

Bangsa Indonesia saat ini seperti yang kehilangan ingatan akan sejarah bangsanya sendiri. Lupa ingatan sejarah ini bukanlah hal bisa dianggap enteng, sebab sebagaimana ghalib-nya orang yang lupa ingatan, maka perilakunya menjadi tak terkendali, hilang kesadaran dan menjadi ngawur dalam melangkah dan menapaki proses kehidupan kekiniannya dan masa depannya.

Lupa terhadap Sejarah Nusantara “yang sebenarnya dan selengkapnya”, telah menyebabkan penyakit mental kronis dari sebagian besar anak bangsa kita. Penyakit mental ini berlanjut kepada rusaknya karakter kebangsaannya, dan tak mampu memelihara National Character Building-nya. Mayoritas anak bangsa berjalan sebagaimana segerombolan manusia yang tak mempunyai kesadaran nurani dan tak punya jati diri, sehingga dengan mudah dipengaruhi oleh budaya asing dari luar, yang tak mengakar kepada sejarah dan tradisi leluhur bangsanya, dan lalu dikendalikan oleh sekelompok elit kekuasaan struktural politik-ekonomi dan budaya agen-agen modernitas materialisme yang menjadi perpanjangantangan neo-imperialis, neo-kolonialis, kapitalis, mematerialis-hedonis global untuk menjadi budak-budak konsumtif dan pembela kepeningan hegemoni budaya Barat.

Memang bukan sepenuhnya kesalahan internal bangsa kita. Tanpa mengabaikan kelemahan internal bangsa kita sendiri, ada baiknya juga kita waspada dan waskita terhadap pengaruh luar dan kesengajaan yang telah di-setting oleh para penjajah terhadap bangsa kita. Juri Lina, orang Swedia penulis buku “Architects of Decepion: The Concelaed History of Freemasonry” (2004) mengungkapkan adanya tiga cara kaum penjajah Barat (yang umumnya berideologi materialis-kapitalis dan dari kelompok Freemason-Illuminai Hitam Kabalisisme) yaitu:

  1. Dengan pengkaburan sejarah bangsanya, dengan membuat sebanyak mungkin anak-anak bangsa kita lupa (amnesia) akan sejarah bangsanya;
  2. Dengan menghancurkan bukti-bukti sejarahnya, sehingga kita tak bisa lagi dengan mudah membuktikan kebenaran sejarah bangsa kita;
  3. Penjajah telah berupaya memutuskan hubungan sebanyak mungkin putra bangsa dengan leluhurnya. Agen-agen penjajah telah merekayasa pelajaran sejarah, mereka mengatakan bahwa leluhur Nusantara adalah bangsa primitif dan tak beradab, manusia penghuni gua dari zaman batu yang tak berilmu pengetahuan tinggi dan sebagainya.

Sun Tzu, dalam bukunya The Art of War pernah menulis bahwa untuk menghancurkan peradaban suatu bangsa, tidak perlu dengan mengirimkan pasukan perang, tetapi cukup dengan cara menghapuskan pengetahuan mereka atas kejayaan para leluhurnya, maka mereka akan hancur dengan sendirinya. Begini terjemahan teks aslinya:

“Untuk mengalahkan bangsa yang besar, tidak perlu dengan mengirimkan pasukan perang, tetapi cukup dengan cara menghapuskan pengetahuan mereka atas kejayaan para leluhurnya, maka mereka akan hancur dengan sendirinya.”

Sebuah fakta sejarah bahwa banyak dari dokumen, buku-buku dan manuskrip kuno Nusantara yang dirampok dan dibawa kabur oleh para penjajah Barat selama mereka menguasai negeri kita tercinta ini. Seorang teman dosen FRSD ITB yang menyelesaikan studi magister dan doktoralnya di Universitas Leiden, Belanda, pernah menceritakan bahwa 5 dari 7 lantai Gedung Perpustakaan Universitas itu terisi penuh dengan naskah, kitab, dan manuskrip milik para Raja dan bangsawan serta para Pujangga-Cendikiawan dan para Ulama Nusantara.

Buku The Pakubuwono Code yang ditulis oleh Agung Prabowo ini adalah salah satu upaya penting untuk melawan hegemoni paradigma sejarah yang telah dipaksakan penjajah Barat (Belanda, Inggris & Amerika). Buku ini telah dengan gamblang mengungkapkan salah satu rahasia kemajuan dan khazanah ilmu pengetahuan matemaika Jawa kuno.

Inilah sebagian kata pengantar menarik yang ditulis oleh Ahmad Y. Samantho tentang buku “The Pakubuwono Code : Mengungkap Rahasia Sandi, Sengkala, Kearifan Lokal, dan Perhitungan Matematika Jawa Kuno dengan Akhir Zaman” ini.

Semoga buku The Pakubuwono Code ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya, bukan hanya menambah wawasan kita tentang sejarah negeri ini, melainkan juga mampu menumbuhkan dan mengembangkan nalar kritis kita. Amiin.

Btw, jika rekan-rekan juga tertarik dengan dunia website dan internet marketing, rekan-rekan dapat mengisi form untuk memperoleh tutorial gratis dengan mengklik link http://superinternetmarketer.com/register atau mengklik gambar di bawah ini.

Salam Sukses Bahagia,

Admin Gudang Ebook

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*